RESTI  YANUAR AKHIR

H34100011

LASKAR 15

Cerita Inspirasi I (diri sendiri)

Sosok Inspirasi yang Bersahaja

Danang A.Prabowo, sosok  inilah  yang menjadi inspirasi dalam hidup saya  setelah kedua orang tua dan keluarga saya. Sosok Danang yang hidupnya sederhana dan bersahaja, membuat saya terkagum dan tertarik untuk disimak. Sejak pertama kalinya saya mengenal sosok kak Danang biasa saya panggil yaitu sejak kakak saya  memberi video tentang seorang pembuat jejak. Saya penasaran sekali “ Siapa gerangan pembuat jejak itu ? Mengapa saya bisa terinspirasi denagan sosok tersebut ?” Inilah sejak pertama kalinya saya mengenal sosok kak Danang walaupun hanya lewat video dari facebook.

Lalu sayapun melihat slide video pertama sosok tersebut yaitu seorang lelaki dari pesisir Jawa yang membuat lebih dari 100 mimpi. Dari sekian mimpinya itu, kak Danang telah berhasil meraihnya, hingga sampai target ke-83, beliau menulis di atas kertas yakni melanjutkan kuliah ke luar negeri dan akhirnya beliau bisa kuliah ke negeri sakura Jepang. Sebuah negeri yang menjadi impian banyak orang ternasuk saya sendiri.

Saya senang sekali melihat foto-foto kak Danang di Jepang, menikmati musim dingin, bermain seluncuran es, jalan-jalan dan sebagainya.  Semua yang dilakukan kak Danang menjadi impian saya, saya juga ingin sekali bisa kuliah ke luar negeri khususnya ke Jepang. Kalaupun tidak saat ini, yang penting saat S2 atau S3. Suatu kebanggaan buat diri sendiri dan orang lain bisa mempersembahkan karya besar dan berprestasi bagi bangsa Indonesia. Subhanallah !! Luar biasa sekali.

Kata-kata yang membuat saya terinspirasi dan bahkan ketagihan untuk menonton video tersebut sampai beberapa kali. Alangkah senangnya pergi ke luar negeri gratis.

Dahsyatnya kekuatan mimpi yang dituliskan kak Danang, membuat jiwa ini tergerak , rasanya saya belum bisa apa-apa untuk melakukan semua itu. Beranilah bermimpi besar !! Itu kata-kata kak Danang yang sampai saat ini masih teringat di pikiran saya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi kita untuk melakukan semua itu. Kak Danang menyemangati kita untuk senantiasa mengejar mimpi dan fokus mengejar mimpi tersebut.

RESTI YANUAR AKHIR

H34100011

LASKAR 15

CERITA INSPIRASI 2

Kisah Seorang Pengusaha Sukses dan Malaikat

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan.

“Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!”

“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang.    ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya, dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih?”

“Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit”.

Dengan lembut si Malaikat berkata, “Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu”.

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, “Aku akan memberitahukanmu, mengapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh,” Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.” Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan kurus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang.

Dengan setengah bergumam dia bertanya, “Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”

Jawab si Malaikat,'” Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogant, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”.

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, “Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00”.

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

“Bukankah itu Panti Asuhan ?” kata si pengusaha pelan.

“Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di Koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:-uUADbruGs9byM:http://wahyucyber.files.wordpress.com/2009/05/logo-cda-ipb.jpg

Search